Rabu, 09 November 2016

Wanita Islam Siap Gelar Muktamar XI di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Organisasi Wanita Islam dikabarkan siap menggelar Muktamar XI di Bandung, Jawa Barat. Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Islam (PPWI) Atifah Thaha pun membenarkan hal tersebut.
Atifah mengatakan muktamar tersebut bertujuan untuk memperkuat saliturahim antar pengurus dan anggota Wanita Islam se-Indonesia. Muktamar itu pun sekaligus membahas mengenai persoalan umat yang tengah terjadi.
Atifah pun berharap dengan muktamar tersebut kualitas dan kuantitas Wanita Islam di Indonesia menjadi lebih baik.
Videografer:
Wisnu Aji Prasetiyo
Video Editor:
Fian Firatmaja

Redaktur:Sadly Rachman
Reporter:Wisnu Aji Prasetiyo

Pilgub DKI, Wanita Islam: Kami Pilih yang Bisa Dititipkan Dakwah Kita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Wanita Islam menegaskan tidak akan memilih pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dari urutan nomor dua pada pemilihan kepala daerah mendatang.
Ketua PPWI, Atifah Thaha pun membenarkan hal tersebut. Atifah mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan kepada calon pemimpin dari kalangan Muslim.
Namun, Atifah mengaku tidak asal pilih calon Gubenur dari kalangan Muslim. Atifah mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin Muslim yang memiliki akidah serta moral yang baik.
Videografer:
Wisnu Aji Prasetiyo
Video Editor:
Fian Firatmaja

Redaktur:Sadly Rachman
Reporter:Wisnu Aji Prasetiyo

Pertemuan Jokowi-Prabowo Cermin Eratnya Persatuan & Kesatuan Bangsa

JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap penting sebagai cermin eratnya persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, keduanya di pemilihan presiden (pilpres) merupakan rival.
"Pertemuan tersebut sangat penting dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari kepada wartawan, Senin (31/10/2016).
BERITA REKOMENDASI

Menurut Qodari, kedua tokoh tersebut memiliki sudut pandang berbeda dalam banyak hal, seperti soal politik, ekonomi, dan lainnya. Namun, keduanya membuktikan bahwa mereka satu kata dalam persatuan dan kesatuan bangsa.
Berkenaan dengan rencana demonstrasi besar-besaran pada 4 November 2016, sambung Qodari, merujuk dari pertemuan tersebut harusnya tidak perlu lagi ada pertentangan terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Pertemuan tersebut menjadi penting agar tidak ada pihak-pihak yang mempertentangkan perbedaan dalam suku, agama, dan ras," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi pada hari ini bertemu Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor. Pada pertemuan tersebut, baik Jokowi maupun Prabowo menekankan pentingnya menjaga kondusivitas bangsa.
Prabowo mengatakan, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Namun, yang terpenting bukan bertujuan untuk memecah belah bangsa.
"Kita negara majemuk, banyak suku, agama dan ras. Kalau ada masalah kita selesaikan dengan sejuk dan damai," kata Prabowo.